Posted in

📰UPDATE INFO TERBARU! Bencana Besar Landa Sumut: Status Tanggap Darurat Ditetapkan, Korban Jiwa Terus Bertambah

Medan, 29 November 2025 – Sejak Selasa (25/11/2025), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah dilanda serangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor, yang dipicu oleh curah hujan ekstrem hingga lebih dari 150 mm per hari. Bencana ini telah menyebabkan dampak luas dan mendalam, memaksa Pemerintah Provinsi Sumut menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana.

📌 Skala Dampak dan Korban Jiwa

Hingga Kamis malam, 27 November 2025, situasi bencana di Sumut menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur:

  • Korban Jiwa: Data sementara yang dihimpun mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai puluhan orang (antara 43 hingga 116 jiwa berdasarkan berbagai sumber pada tanggal tersebut), dengan puluhan warga lainnya dilaporkan masih hilang dan ratusan mengalami luka-luka.
  • Wilayah Terdampak: Bencana ini melanda sedikitnya 12 hingga 13 kabupaten/kota, termasuk:
    • Tapanuli Tengah (Tapteng)
    • Tapanuli Selatan (Tapsel)
    • Kota Sibolga
    • Tapanuli Utara (Taput)
    • Humbang Hasundutan (Humbahas)
    • Pakpak Bharat
    • Kota Medan (terutama di 11 kecamatan)

🚨 Status Tanggap Darurat dan Kerusakan Infrastruktur

Menyikapi kondisi kritis ini, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana melalui Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 27 November hingga 10 Desember 2025, untuk mempercepat penanganan dan penanggulangan bencana.

Daftar di Situs Resmi OCTASLOT Rasakan Keuntungan besar Bermain
di situs OCTASLOT Sekarang !!

DAFTAR OCTASLOT

Beberapa kerusakan infrastruktur vital yang dilaporkan pada 27 November 2025 meliputi:

  • Akses Terputus: Jalan Lintas Sumatera Utara–Aceh dilaporkan terputus, dan akses dari Tarutung menuju Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah masih terhambat total akibat material longsor dan amblas.
  • Fasilitas Umum: Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyebabkan robohnya Jembatan Titi Cempedak.
  • Logistik: Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Medan dilaporkan menipis karena banjir yang menyebabkan sejumlah SPBU tutup.

🌊 Penyebab Bencana

Para pakar dan pihak berwenang menyoroti beberapa faktor yang memperparah bencana ini:

  1. Curah Hujan Ekstrem: Hujan dengan intensitas tinggi dan berkepanjangan selama beberapa hari menyebabkan debit air sungai melebihi kapasitas tampung. BMKG sendiri sudah memberikan peringatan cuaca ekstrem hingga 27 November 2025.
  2. Perubahan Tata Guna Lahan: Kementerian Kehutanan menyebut perubahan tutupan lahan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tidak sesuai fungsi ekologisnya, yang memperburuk laju sedimentasi dan mengurangi kemampuan tanah meresapkan air.

Baca Juga Seputar : SINSLOT

Pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian terkait telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi korban, mendirikan posko pengungsian, dan berupaya membersihkan akses jalan yang tertutup material longsor.


Sumber : infooku.com – Berita Terkini – Informasi Cepat, Akurat, dan Terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *