Posted in

SANTRI DIDUGA JADI KORBAN BULLY MEMBAKAR PONDOK PESANTREN, POLISI SELIDIKI MOTIF

INFOOKU.com – Sebuah insiden kebakaran menggegerkan sebuah pondok pesantren di Aceh besar pada Selasa dini hari (12/11). Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang santri yang sebelumnya disebut-sebut menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan asrama. Aparat kepolisian telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan rangkaian kejadian.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi dari pihak pesantren, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. Api mulai terlihat dari area belakang asrama putra sebelum merambat ke beberapa ruangan lain. Para santri yang sedang beristirahat langsung dievakuasi oleh pengurus dan warga sekitar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun beberapa ruangan mengalami kerusakan cukup parah.

Kapolres setempat membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang santri berusia remaja yang diduga sebagai pelaku pembakaran.

Daftar di Situs Resmi SINSLOT server Nexus Engine Rasakan Keuntungan besar Bermain di situs SINSLOT Sekarang !!

DAFTAR SINSLOT

Dugaan Bullying Jadi Pemicu

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena tidak tahan mengalami perundungan dari sesama santri. Dugaan ini masih terus didalami oleh tim penyidik.

“Kami masih melakukan pendalaman. Ada indikasi pelaku pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya, namun kami harus memastikan kebenarannya melalui proses pemeriksaan,” ujar Kapolres dalam konferensi pers.

Pihak pesantren belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan perundungan tersebut. Pengurus hanya menyampaikan bahwa mereka mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan akan melakukan evaluasi internal.

Reaksi Pihak Pesantren & Orang Tua

Para wali santri langsung berdatangan ke lokasi untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. Sebagian orang tua meminta pihak pesantren lebih ketat mengawasi interaksi antar-santri agar kejadian serupa tidak terulang.

“Anak kami tinggal di sini untuk belajar agama, bukan untuk mengalami kekerasan. Kami berharap ada perbaikan pola pembinaan,” ujar salah satu wali santri.

Pesantren berjanji akan meningkatkan pengawasan serta memperkuat pendekatan konseling bagi para santri.

Baca Juga Seputar : Slot Online

Polisi Periksa Saksi

Setidaknya 12 saksi telah dimintai keterangan, termasuk santri, ustaz, hingga warga yang pertama melihat api. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti sisa pembakaran yang diduga digunakan pelaku.

Tim forensik kebakaran juga diterjunkan untuk memastikan sumber api serta tingkat kerusakan bangunan.

Ahli: Bullying di Lingkungan Pendidikan Harus Diwaspadai

Pakar psikologi pendidikan mengingatkan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius. Lingkungan pesantren, sekolah, maupun asrama memiliki potensi tekanan sosial yang besar jika tidak diawasi dengan baik.

“Bullying sering kali tidak tampak karena terjadi dalam lingkungan tertutup. Perlu sistem pelaporan yang aman dan pendampingan rutin,” jelasnya.

Pesantren Beroperasi Seperti Biasa

Meski beberapa bangunan rusak, kegiatan belajar mengajar di pesantren dikabarkan tetap berjalan. Pihak pengurus menyiapkan ruang sementara bagi santri yang terdampak.

Sementara itu, pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan dan kemungkinan akan menjalani pendampingan psikologis.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *