Kendal, 4 November 2025 — Dua saudara perempuan ditemukan dalam kondisi lemas dan sangat kekurangan gizi di dalam rumahnya, berbaring di samping jenazah sang ibu yang sudah beberapa hari meninggal. Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Dusun Somopuro, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Penemuan dan kondisi awal
Warga sekitar mencium bau menyengat dari rumah keluarga itu pada awal November lalu dan menemukan pintu rumah diganjal dari dalam. Setelah pintu dibuka, ditemukan jenazah perempuan bernama Setyaningsih (51) di dalam rumah, sementara kedua putrinya — yang di berita disebut Putri Setya (23) dan Intan Ayu (17/19, terdapat variasi pelaporan usia) — tergeletak lemas di dekat jenazah. Kedua gadis itu dilaporkan tidak makan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu dan hanya mengonsumsi air.
Daftar di Situs Resmi SINSLOT server Nexus Engine Rasakan Keuntungan besar Bermain di situs SINSLOT Sekarang !!
Kronologi singkat
Menurut keterangan warga dan laporan awal media lokal, dugaan waktu meninggalnya sang ibu adalah pada pertengahan Oktober 2025. Warga mulai curiga ketika aktivitas keluarga tidak terlihat selama beberapa hari dan muncul bau busuk dari rumah tersebut. Setelah pintu berhasil dibuka, warga langsung menghubungi aparat desa dan petugas kesehatan, yang kemudian membawa kedua gadis itu ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan.
Kondisi kedua gadis dan penanganan medis

Saat dievakuasi, kedua saudara perempuan itu dalam kondisi sangat lemas—satu di antaranya dilaporkan hampir tidak sadar. Keduanya dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Boja untuk perawatan dan observasi lebih lanjut. Dokter yang menangani menyatakan korban mengalami dehidrasi parah dan kemungkinan kekurangan gizi akibat tidak makan dalam waktu lama. Pihak rumah sakit memberikan perawatan medis dasar, rehidrasi, dan pemantauan kondisi psikologis.
Alasan mereka menahan diri meminta tolong
Dalam wawancara singkat dengan sejumlah media, Putri mengatakan bahwa sebelum meninggal, sang ibu sempat berpesan agar anak-anaknya “jangan menyusahkan tetangga” dan tidak merepotkan orang lain. Pesan itu diduga membuat kedua anak menahan diri untuk tidak meminta bantuan meski kondisi rumah mulai memburuk. Latar belakang keluarga disebutkan relatif sederhana; sumber penghidupan utama telah berkurang setelah ayah mereka meninggal beberapa tahun lalu.
Baca Juga Seputar : Slot Online
Respons pemerintah daerah dan masyarakat
Bupati Kendal (atau pejabat Pemkab setempat) segera meninjau dan menjamin pendampingan bagi kedua gadis itu. Pemerintah daerah berjanji memberikan bantuan medis, layanan psikososial, dan rencana pendampingan sosial termasuk pelatihan keterampilan agar keduanya dapat mandiri ke depan. Kepala desa dan warga sekitar juga membantu proses pemakaman sang ibu serta memastikan keluarga mendapat dukungan sementara.
Reaksi dan simpulan sementara
Kisah ini memicu keprihatinan publik mengenai aspek sosial — terutama soal stigma, rasa sungkan meminta bantuan, dan lemahnya jejaring sosial untuk mendeteksi keluarga yang terisolasi. Walau keluarga tersebut disebut tidak sepenuhnya miskin, isolasi sosial dan pesan untuk tidak merepotkan tetangga diduga menjadi faktor kunci yang memperparah tragedi. Pihak berwenang mendorong warga untuk lebih proaktif melaporkan kecurigaan bila melihat tetangga yang tak beraktivitas dalam waktu lama.
Catatan verifikasi
Laporan ini disusun berdasarkan pemberitaan media lokal dan liputan awal yang tersedia; ada variasi minor pada detail usia dan rentang waktu yang dilaporkan antar sumber. Untuk kutipan resmi dan perkembangan penanganan lebih lanjut (mis. laporan medis lengkap, status hukum atau bantuan jangka panjang), sebaiknya menunggu rilis resmi dari Dinas Sosial/Kesehatan atau Pemkab Kendal.
Sumber : infooku.com – Berita Terkini – Informasi Cepat, Akurat, dan Terpercaya.
