Posted in

Viral Emak-emak Bonceng Anak Dijambret hingga Tersungkur di Bogor, Polisi Turun Tangan!

Bogor, 7 November 2025 — Sebuah video yang memperlihatkan aksi penjambretan terhadap seorang ibu yang membonceng anaknya di Kabupaten Bogor mendadak viral di media sosial. Aksi kejahatan yang terjadi di wilayah Kali Suren, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu menimbulkan kehebohan dan keprihatinan publik karena korban sampai tersungkur dari motor bersama anaknya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu, 2 November 2025 sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan warga, korban yang diketahui berinisial N (35) tengah mengendarai sepeda motor matik sambil membonceng anak perempuannya yang masih berusia 5 tahun.

Saat melintas di sebuah gang sempit di wilayah Kali Suren, Tajurhalang, tiba-tiba muncul seorang pria menggunakan motor warna hitam dari arah berlawanan. Tanpa basa-basi, pelaku langsung memutar arah, mendekati korban, dan menarik tas yang disampirkan di bahu korban.

Akibat tarikan keras itu, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh bersama anaknya ke aspal. Pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan besar dan meninggalkan korban yang terguncang. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera menolong korban dan anaknya.

SINSLOT hadir sebagai situs permainan online terpercaya di Indonesia yang selalu menjadi rekomendasi utama bagi para pencinta hiburan digital.

Isi Tas dan Kerugian Korban

Dari laporan warga, tas korban berisi:

  • Uang tunai sekitar Rp350.000
  • KTP dan kartu ATM
  • Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
  • Kunci motor cadangan

Meski anak korban tidak mengalami luka serius, sang ibu mengalami luka lecet di tangan dan lutut akibat terseret saat jatuh.

Polisi Langsung Bertindak

Kapolsek Tajurhalang, AKP Raden Suwito, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihaknya sudah menurunkan tim penyelidik ke lokasi kejadian. Polisi juga telah mengumpulkan bukti CCTV dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian.

“Kami sudah datangi TKP dan rumah korban. Saat ini sedang kami telusuri jejak pelaku, termasuk melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ujar AKP Raden Suwito kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).

Meskipun korban belum membuat laporan resmi, polisi tetap melakukan penyelidikan aktif karena kasus tersebut sudah menimbulkan keresahan warga. Pelaku disebut mengendarai motor matik warna hitam tanpa pelat nomor.

Baca Juga Seputar : Slot Online

⚠️ Rawan Kejahatan di Gang Sempit

Wilayah Tajurhalang memang dikenal memiliki sejumlah gang kecil dan area pemukiman padat penduduk yang minim penerangan. Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan jalanan seperti jambret dan begal.

Pihak kepolisian pun mengimbau warga, terutama kaum ibu yang sering mengantar anak menggunakan motor, untuk:

  • Tidak memakai tas menyamping saat berkendara,
  • Menghindari jalur sepi atau gang kecil jika tidak mendesak,
  • Berhati-hati membawa barang berharga yang terlihat mencolok,
  • Segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan.

Viral di Media Sosial

Video rekaman aksi penjambretan itu pertama kali diunggah oleh warga ke grup Facebook dan WhatsApp komunitas setempat, lalu menyebar cepat ke platform lain seperti Instagram dan TikTok. Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat jelas bagaimana pelaku memepet korban dan menarik tasnya hingga korban tersungkur bersama anaknya.

Unggahan tersebut langsung memicu ribuan komentar dari netizen. Banyak yang mengutuk tindakan pelaku dan berharap polisi segera menangkapnya. Tak sedikit pula yang menyarankan agar CCTV di wilayah perumahan lebih ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.

Upaya Pencegahan dan Patroli Polisi

Sebagai tindak lanjut, pihak Polsek Tajurhalang bekerja sama dengan aparat desa dan Babinsa setempat mulai meningkatkan patroli di jam-jam rawan kejahatan, terutama di pagi dan sore hari. Polisi juga menggencarkan program ronda warga serta edukasi keselamatan bagi pengendara perempuan.

“Kami akan terus patroli dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pelaku akan kami kejar sampai tertangkap,” tegas AKP Raden.

Kesimpulan

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan di siang hari dan di lingkungan yang terlihat aman. Kecepatan dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari tindak kriminal di jalan.

Aksi penjambretan di Bogor kali ini bukan hanya soal kerugian materi, tapi juga trauma psikologis bagi korban dan anaknya. Polisi kini tengah memburu pelaku yang terekam jelas dalam video, sementara masyarakat diminta lebih siaga dan saling menjaga keamanan lingkungan.

Sumber : infooku.com – Berita Terkini – Informasi Cepat, Akurat, dan Terpercaya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *