INFOOKU.com — Pertanyaan mengenai alasan Brunei Darussalam tidak bergabung dengan Malaysia kerap muncul, terutama karena posisi geografis yang berdekatan serta sejarah panjang yang saling berkaitan. Meski pernah direncanakan untuk menjadi bagian dari Federasi Malaysia pada awal 1960-an, Brunei akhirnya memilih jalur berbeda dan tetap berdiri sebagai negara merdeka. Berikut sejarah lengkapnya.
Rencana Awal Pembentukan Malaysia
Pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an, Inggris merancang pembentukan sebuah federasi besar yang mencakup:
- Malaya,
- Singapura,
- Sabah,
- Sarawak,
- dan Brunei.
Tujuan federasi ini adalah memperkuat stabilitas politik serta mempercepat proses dekolonisasi di kawasan Asia Tenggara.
Pada saat itu, Brunei yang merupakan protektorat Inggris juga dilibatkan dalam berbagai pembahasan awal mengenai entitas baru bernama Malaysia.
Daftar di Situs Resmi SINSLOT server Nexus Engine Rasakan Keuntungan besar Bermain di situs SINSLOT Sekarang !!
Brunei Hampir Bergabung
Pada 1961, Sultan Omar Ali Saifuddien III sebenarnya menunjukkan minat bergabung, dengan catatan bahwa:
- sistem monarki Brunei tetap dihormati,
- status ekonomi dan kekayaan minyak dilindungi,
- dan Brunei mendapat otonomi cukup besar.
Namun pembahasan menjadi rumit ketika menyangkut pengelolaan migas, yang menjadi tulang punggung ekonomi Brunei.
Baca Juga Seputar : SINSLOT
Alasan Brunei Menolak Bergabung

1. Sengketa Pendapatan Minyak dan Gas
Alasan utama yang paling krusial adalah pembagian pendapatan minyak.
Brunei pada saat itu sudah menjadi salah satu wilayah terkaya di kepulauan Borneo karena eksploitasi besar-besaran dari Royal Dutch Shell.
Brunei menolak skema pembagian hasil migas yang ditawarkan, karena pemerintah pusat Malaysia saat itu ingin mengambil porsi lebih besar untuk federasi. Sultan menilai hal ini dapat mengancam stabilitas ekonomi Brunei.
2. Kekhawatiran Berkurangnya Kekuasaan Sultan
Sebagai negara monarki absolut, Brunei memiliki struktur kekuasaan yang sangat terpusat pada Sultan.
Jika bergabung dengan Malaysia:
- kekuasaan Sultan berpotensi berkurang,
- beberapa kebijakan utama akan dikendalikan pusat,
- dan struktur pemerintahan federal bisa membatasi otoritas Brunei.
3. Pemberontakan Brunei 1962
Pemberontakan Partai Rakyat Brunei (PRB) pada 8 Desember 1962 menjadi titik balik penting. Kelompok tersebut menolak federasi Malaysia dan menginginkan Brunei bersatu dengan Kalimantan Utara.
Pemberontakan itu membuat Sultan semakin berhati-hati. Inggris pun menekan agar Brunei mempertimbangkan ulang posisinya.
Setelah insiden tersebut, Sultan memutuskan bahwa bergabung dengan Malaysia berpotensi memicu konflik politik yang lebih besar.
4. Identitas Nasional yang Berbeda
Brunei memiliki identitas kuat dalam:
- tradisi Melayu Islam Beraja (MIB),
- bahasa dan adat istiadat yang konservatif,
- dan pola tata kelola yang berbeda dari negeri-negeri lain di wilayah Malaysia.
Hal ini menjadikan Brunei semakin yakin untuk tetap berdiri sebagai negara tersendiri.
Brunei Memilih Tetap Merdeka
Pada 1963, ketika Malaysia resmi dibentuk, Brunei memutuskan untuk tidak ikut serta.
Kemudian, pada 1 Januari 1984, Brunei mendeklarasikan kemerdekaan penuh dari Inggris dan menjadi negara kaya raya berkat hasil minyak dan gasnya.
Keputusan tidak bergabung terbukti menguntungkan secara ekonomi bagi Brunei, karena negara tersebut bisa mengelola kekayaannya tanpa harus berbagi dengan federasi.
Hubungan Brunei–Malaysia Saat Ini
Meski tidak bergabung, hubungan kedua negara tetap:
- erat secara ekonomi,
- saling bekerja sama dalam perdagangan dan perbatasan,
- serta memiliki budaya serumpun yang sangat dekat.
Namun, beberapa sengketa wilayah (khususnya di perairan kaya minyak) sempat terjadi dan diselesaikan melalui diplomasi.
Kesimpulan
Brunei tidak bergabung dengan Malaysia terutama karena:
- isu pembagian hasil migas,
- kekhawatiran hilangnya kekuasaan Sultan,
- dampak pemberontakan 1962,
- dan perbedaan identitas politik.
Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah Asia Tenggara dan membentuk posisi Brunei sebagai negara kecil namun sangat kaya hingga saat ini.
Sumber : infooku.com – Berita Terkini – Informasi Cepat, Akurat, dan Terpercaya.
