Posted in

Penemuan Dua Kerangka Diduga Pendemo di Gedung ACC Kwitang Gegerkan Warga, Polisi Lakukan Penyelidikan

Jakarta — Warga Kwitang, Jakarta Pusat digegerkan dengan penemuan dua kerangka manusia di area bangunan tua bekas gedung ACC Kwitang, Senin (/). Penemuan itu pertama kali dilaporkan oleh pekerja renovasi yang sedang melakukan pembersihan lantai bawah gedung tersebut.

Dua kerangka yang ditemukan dalam posisi saling berdekatan itu diduga merupakan pendemo yang hilang beberapa tahun lalu, berdasarkan barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa identitas korban belum dapat dipastikan sebelum proses pemeriksaan forensik selesai.

Daftar di Situs Resmi SINSLOT server Nexus Engine Rasakan Keuntungan besar Bermain di situs SINSLOT Sekarang !!

DAFTAR SINSLOT

Ditemukan Saat Renovasi

Menurut keterangan pekerja bernama Ahmad (34), penemuan bermula ketika tim melakukan pembongkaran sebuah ruangan kecil yang selama ini tertutup oleh tembok tambahan.

“Awalnya kami kira cuma ruangan kosong. Begitu tembok terbuka, baunya langsung menyengat. Setelah lampu diarahkan, ternyata ada dua kerangka manusia,” ujarnya.

Pekerja kemudian melaporkan temuan itu kepada mandor, sebelum diteruskan ke aparat kepolisian setempat.

Barang-Bukti: Spanduk dan Atribut Demo

Polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik kedua korban, di antaranya:

  • Sisa kain bertuliskan slogan demonstrasi
  • Sepatu dan tas ransel
  • Helai masker dan kain penutup wajah
  • Botol air dan kertas selebaran

Barang-barang itu memunculkan dugaan awal bahwa kerangka tersebut merupakan dua orang pendemo yang dilaporkan hilang beberapa tahun silam saat mengikuti aksi di kawasan Jakarta.

Namun, polisi menegaskan bahwa dugaan tersebut masih harus diverifikasi.

Pihak Kepolisian: “Identitas Masih Diselidiki”

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes ___, mengatakan tim Inafis dan Forensik telah diterjunkan untuk melakukan identifikasi.

“Kami menemukan dua kerangka dalam kondisi utuh. Saat ini kami fokus pada proses identifikasi melalui pemeriksaan gigi, DNA, serta barang-barang yang ditemukan,” ujarnya.

Polisi juga akan menelusuri rekaman lama serta arsip laporan orang hilang dalam beberapa tahun terakhir untuk mencari kecocokan data.

Baca Juga Seputar : sinslot

Gedung ACC Kwitang Lama Tak Terpakai

Gedung ACC Kwitang diketahui telah tutup dan terbengkalai sejak lebih dari lima tahun terakhir. Area tersebut beberapa kali digunakan untuk aktivitas tidak resmi, termasuk tempat singgah gelandangan atau lokasi anak muda berkumpul.

Warga setempat mengaku tidak menyangka bangunan tersebut menyimpan hal mengerikan.

“Kami kira gedung itu cuma kosong dan kotor. Tidak pernah terpikir ada jenazah di dalam,” kata Rahma, warga Kwitang.

Dugaan Terkunci dari Dalam

Temuan menarik lainnya adalah pintu ruangan tempat kerangka ditemukan hanya bisa dibuka dari luar. Polisi menduga kedua korban terjebak atau dikunci, sebelum akhirnya meninggal di dalam ruangan tersebut.

Namun demikian, aparat belum berani menyimpulkan apakah ini merupakan kecelakaan, tindak kriminal, atau unsur lain.

Pemeriksaan Forensik Masih Berjalan

Tim forensik memerlukan waktu untuk memastikan:

  • Perkiraan waktu kematian
  • Penyebab kematian
  • Apakah terdapat tanda kekerasan
  • Kecocokan DNA dengan laporan orang hilang

Hasil sementara diperkirakan baru keluar dalam 1–2 pekan.

Warga Minta Penjelasan Resmi

Kasus ini menarik perhatian publik setelah foto kerangka yang dievakuasi beredar di media sosial. Banyak warganet mengaitkannya dengan kasus hilangnya aktivis maupun pendemo dari beberapa tahun lalu, meski pihak kepolisian meminta masyarakat menunggu hasil resmi.

Ketua RW setempat meminta pemilik gedung melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh untuk memastikan tidak ada temuan lain di area bangunan.

Kesimpulan Sementara

Hingga kini, polisi masih memeriksa lokasi dan mengumpulkan bukti tambahan. Dugaan bahwa kedua kerangka adalah pendemo masih bersifat sementara, menunggu hasil investigasi lengkap.

Kasus ini dipastikan akan menjadi sorotan publik dalam beberapa hari ke depan, mengingat sensitivitas isu dugaan keterkaitan dengan aksi unjuk rasa yang pernah terjadi di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *